Hidup dan Kualitas Kehidupan

Konon katanya kualitas hidup seseorang akan terlihat setelah ia telah tiada. Seorang Istri yang sibuk mengurusi dirinya sendiri tanpa pernah memperdulikan suaminya kini melakukan janji akan selalu menjaga, merawat dan melakukan apapun menebus penyesalannya pada suami yang kini terbaring koma, begitupun cerita sebaliknya. Orang tua dengan kesibukannya jarang sekali meluangkan waktu bagi anak-anaknya kini merasa menyesal atas waktu yang dilaluinya saat anaknya terbaring kaku di pusara. Dan masih banyak lagi kisah yang ada disekitar kita.

Beberapa pekan yang lalu, hampir semua media memberitakan perasaan kehilangan seseorang yang dicintai Alm. Uje (Ustadz Jefri Al Bukhori) sosok ustadz muda yang mampu membawakan Islam yang ramah, mudah diterima kaum muda dan mungkin masih ada lagi. Tidak sedikit yang merasa kehilangan, hingga jenazahnya dishalatkan oleh ribuan jama’ah.

Sering kali kualitas hidup seseorang justru terlihat ketika dia telah tiada.

Disinilah sering kali kualitas hidup seseorang justru terlihat ketika dia telah tiada. Ada sesuatu yang menghentakkan hati, bagaimana bila kita balikkan situasi ? Suatu saat dikala kita telah tiada seberapa banyak orang yang merasa kehilangan kita ? berapa banyak saudara, keluarga, teman dekat ataupun orang-orang yang sekedar tahu tentang kita mau meluangkan waktu sejenak menshalatkan jenazah kita ? pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab dengan seberapa besar kita memberi kemanfaatan.

Awal bulan Mei ini juga ada berita tentang Sir Alex Ferguson yang mengundurkan diri secara resmi dari Manchester United (MU) meskipun usianya telah melewati usia pensiun, ini adalah kabar yang sangat mengejutkan utamanya bagi para fans MU.
Banyak hotel-hotel terbooking untuk melihat pertandingan terakhirnya, banyak media menjadikannya sebagai headline berita-berita olahraganya, sampai-sampai ada yang mengatakan “Ini adalah berita tentang pengunduran diri yang sangat hebat tidak ada yang bisa mengalahkannya kecuali berita kematian seorang selebriti ternama”.

Pemberitaan yang hebat ini tentu tidak tanpa alasan, Sir Alex Ferguson menjalani waktu-waktunya dengan perstasi, Ia mengantarkan MU dari masa kebangkrutannya hingga menjadi salah satu klub ternama dan dihormati. Kembali merenung, melihat keutamaan hidup tidak mesti menunggu mati cukup berhenti sejenak dan lakukan kilas balik.

Keutamaan hidup tidak mesti menunggu mati cukup berhenti sejenak dan lakukan kilas balik.

Perenungan kita, bagaimana kita menghabiskan waktu-waktu yang telah berlalu ? Apa pekerjaan kita ? Apa kesibukan kita ? Apakah kita mudah tergantikan dengan orang lain ? ini semua akan sedikit banyak tentang keutamaan hidup kita.

Sebagai seorang Muslim, ada catatan buat kita. Pencapaian dunia belum tentu selaras dengan pencapaian akhirat. Bukan tentang popularitas, tapi seberapa banyak kita menebar jejak kebaikakan yang disertai keikhlasan.

About these ads

Jejak-jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 75 other followers